SUMUR BOR Rp29 JUTA DI TENGAH REVITALISASI SDN CISUREN, ADA APA DENGAN RAB?
SUMUR BOR Rp29 JUTA DI TENGAH REVITALISASI SDN CISUREN, ADA APA DENGAN RAB?
Penulis: Bakhtiar Sigalingging - Pimred BONGKARR.COM
CIWIDEY, KABUPATEN BANDUNG | 21 September 2026 — Program revitalisasi SDN Cisuren, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, kembali menjadi perhatian. Kali ini, sorotan tertuju pada pekerjaan sumur bor yang disebut bernilai sekitar Rp29 juta, yang menurut informasi di lapangan masih menjadi bagian dari program revitalisasi.
Pertanyaan yang muncul bukan mengenai perlu atau tidaknya sumur bor bagi sekolah, melainkan apakah pekerjaan tersebut sejak awal sudah tercantum dalam RAB dan perencanaan revitalisasi atau baru dimunculkan ketika pekerjaan berjalan.
BONGKARR.COM belum menyimpulkan adanya penyimpangan. Namun, transparansi dokumen menjadi penting agar penggunaan anggaran dapat diketahui dan dipertanggungjawabkan.
8 RUANG KELAS, 1 TOILET
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, pekerjaan revitalisasi SDN Cisuren mencakup delapan ruang kelas dan satu ruang toilet dengan dua pintu, yang berada dalam satu atap dengan bangunan ruang kelas.
Menurut keterangan P2S Ivan dari pihak sekolah, terdapat perbedaan konstruksi pada bagian bangunan.
Empat ruang kelas di bagian atas disebut menggunakan rangka baja ringan, sementara empat ruang kelas di bagian bawah tidak menggunakan baja ringan.
Perbedaan tersebut perlu dilihat berdasarkan gambar kerja, RAB serta spesifikasi teknis. Sebab, perbedaan material belum tentu menunjukkan kesalahan apabila memang sesuai dengan desain dan perencanaan yang telah ditetapkan.
SUMUR BOR Rp29 JUTA, MASUK RAB AWAL ATAU PERUBAHAN?
Pekerjaan sumur bor menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian.
Nilai yang disebut sekitar Rp29 juta perlu dicocokkan dengan dokumen resmi. Termasuk kedalaman sumur, spesifikasi pompa, instalasi, volume pekerjaan serta komponen biaya lainnya.
Pertanyaan yang layak dijawab pihak terkait:
Apakah sumur bor tersebut sudah masuk RAB sejak awal program revitalisasi?
Atau, apakah pekerjaan tersebut baru muncul dalam perjalanan pelaksanaan melalui perubahan atau penyesuaian pekerjaan?
Jawaban atas pertanyaan tersebut sebenarnya dapat diperiksa melalui dokumen.
BONGKARR.COM mendorong agar RAB awal, gambar kerja, spesifikasi teknis dan apabila ada perubahan pekerjaan dapat diperiksa oleh pihak yang berwenang.
FENOMENA SUMUR BOR DI SEKOLAH REVITALISASI PERLU DITELUSURI
Munculnya informasi pekerjaan sumur bor pada sekolah yang mendapatkan program revitalisasi di wilayah Ciwidey juga menimbulkan pertanyaan publik.
Apakah pembangunan sumur bor memang menjadi bagian dari program yang sejak awal telah dirancang, atau terdapat pola penambahan pekerjaan pada saat pelaksanaan?
Pertanyaan tersebut penting untuk dijawab secara administratif dan teknis.
BONGKARR.COM tidak menggunakan istilah program titipan sebagai sebuah kesimpulan. Jika memang ada anggapan atau dugaan demikian, pembuktiannya harus berdasarkan dokumen perencanaan dan pemeriksaan, bukan asumsi.
K3 PEKERJA TURUT DISOROT
Selain pekerjaan konstruksi, aspek keselamatan pekerja juga menjadi perhatian.
Dalam dokumentasi lapangan, terlihat pekerja menggunakan sepatu bot, tetapi pada saat tertentu tidak terlihat menggunakan kacamata pelindung.
Salah seorang pekerja memberikan keterangan bahwa dirinya tidak diberikan kacamata pelindung.
Sementara itu, P2S Ivan dari pihak sekolah menyampaikan bahwa kacamata tersedia. Dokumentasi lain juga menunjukkan adanya kacamata pelindung di lokasi.
Karena terdapat perbedaan keterangan tersebut, yang perlu dipastikan adalah apakah APD tersedia untuk seluruh pekerja dan apakah penggunaannya benar-benar diterapkan ketika pekerjaan menimbulkan debu atau risiko terhadap mata.
BONGKARR.COM tidak menyimpulkan pelanggaran K3 hanya berdasarkan dokumentasi tersebut.
SEMUA PIHAK DIMINTA AWASI
Program revitalisasi sekolah merupakan pekerjaan yang menyangkut kepentingan publik. Karena itu, pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pelaksana.
Pihak sekolah, P2S, pengawas, instansi teknis, aparat pengawasan serta masyarakat memiliki ruang untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan.
Untuk SDN Cisuren, beberapa hal yang perlu diperjelas antara lain:
RAB awal program revitalisasi;
keberadaan sumur bor dalam RAB;
nilai pekerjaan sekitar Rp29 juta;
kedalaman dan spesifikasi sumur bor;
spesifikasi pompa dan instalasi;
gambar kerja delapan ruang kelas;
dasar perbedaan konstruksi empat ruang kelas bagian atas dan bawah;
serta pemenuhan APD bagi pekerja.
Jangan sampai program revitalisasi yang tujuan utamanya meningkatkan kualitas sarana pendidikan justru menyisakan pertanyaan mengenai transparansi perencanaan, perubahan pekerjaan dan penggunaan anggaran.
BONGKARR.COM membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada P2S, pihak sekolah, pelaksana, konsultan/pengawas maupun instansi terkait.
Pengawasan diperlukan bukan untuk menghambat pembangunan, tetapi untuk memastikan setiap rupiah anggaran publik dapat dipertanggungjawabkan dan hasil pekerjaan benar-benar dirasakan sekolah.(*)