Dugaan Inisial A Rangkap Tugas PPPK di Rancabali, Menunggu Klarifikasi Resmi Kabid SD Kab Bandung

 Dugaan Inisial A Rangkap Tugas PPPK di Rancabali, Menunggu Klarifikasi Resmi Kabid SD Kab Bandung 


Penulis: Bahtiar - Pimred BONGKARR.COM

KABUPATEN BANDUNG | Rabu, 25 Maret 2026 |08.46 WIB — 

Informasi mengenai dugaan rangkap tugas yang melibatkan seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayah Kecamatan Rancabali mencuat dan menjadi perhatian publik. Seorang guru PPPK berinisial A di salah satu sekolah dasar negeri disebut-sebut juga terlibat dalam urusan sarana dan prasarana (sapras) di tingkat kecamatan.

Informasi tersebut diperoleh dari salah seorang guru di wilayah Rancabali yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut perlu segera ditelusuri untuk memastikan kebenarannya agar tidak menimbulkan persepsi negatif di lingkungan pendidikan.

Tim BONGKARR.COM kemudian melakukan upaya klarifikasi ke kantor perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung di Kecamatan Rancabali yang berada satu lokasi dengan kantor pengawas sekolah. Salah seorang pegawai di kantor tersebut menyampaikan bahwa posisi sapras Kecamatan Rancabali saat ini dalam kondisi kosong.

“Posisi sapras saat ini kosong. Saat ini Sapras dijabat  oleh PPPK guru di salah satu SD negeri berinisial A," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Kiki Taufik, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan klarifikasi terhadap informasi yang beredar.

“Akan segera kami panggil untuk klarifikasi,” ujarnya singkat.

Namun hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh informasi lanjutan terkait hasil klarifikasi maupun kepastian terkait dugaan rangkap tugas tersebut.

Menanggapi hal ini, Dadan, warga Kabupaten Bandung yang peduli terhadap dunia pendidikan, menilai pentingnya langkah cepat dan transparan dari pihak berwenang.

“Untuk menjaga netralitas dan profesionalitas, perlu dilakukan evaluasi apabila memang benar terjadi rangkap tugas. Posisi sapras maupun operator merupakan bagian strategis, sehingga perlu pengawasan yang baik agar tidak menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia juga berharap agar kebenaran informasi tersebut dapat segera dipastikan. “Jika memang terbukti, tentu perlu ada langkah tegas sesuai aturan yang berlaku. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan,” tambahnya.

BONGKARR.COM akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait, termasuk yang bersangkutan, guna memperoleh informasi yang berimbang dan akurat sesuai prinsip jurnalistik.(*)

Postingan populer dari blog ini

Papan Proyek SPAM Desa Panundaan Diduga Tak Transparan, APD dan K3 Jadi Sorotan

Heboh!! Pengakuan Beberapa Pengusaha Diduga Ditipu Melibatkan Bupati Bandung Dadang Supriatna, Apa Ini Benar?

Pengamanan Ketat Sengketa Lahan Walini, SPBUN: Tidak Ada Aksi Lapangan di Luar Putusan Pengadilan