Bupati Bandung Siapkan Relokasi dan Hunian Layak bagi Keluarga Korban Longsor Pangalengan

 Bupati Bandung Siapkan Relokasi dan Hunian Layak bagi Keluarga Korban Longsor Pangalengan


Penulis: Bahtiar Sigalingging

Redaksi: BONGKARR.COM

KABUPATEN BANDUNG — Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan Pemerintah Kabupaten Bandung akan segera melakukan relokasi terhadap keluarga korban bencana tanah longsor di Kampung Mekarsari, Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan. Peristiwa tersebut menewaskan dua anak pada Minggu (1/2).

Saat meninjau langsung lokasi kejadian, Bupati Bandung menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang merenggut nyawa dua anak, masing-masing berusia tiga bulan dan lima tahun.

“Saya turut berduka sedalam-dalamnya atas musibah ini. Korbannya adalah anak-anak. Pemerintah daerah akan membantu penyediaan lahan sekaligus rumah agar keluarga korban dapat tinggal di tempat yang layak dan aman,” ujar Dadang Supriatna.

Ia menjelaskan, longsor terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kondisi tanah yang labil menyebabkan tembok dapur rumah korban runtuh dan menimpa kedua anak bersama material tanah dan bebatuan.

Akibat kejadian itu, bayi berusia tiga bulan meninggal dunia di lokasi, sementara anak berusia lima tahun sempat dibawa ke rumah sakit namun meninggal dunia dalam perjalanan akibat luka berat.

Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat desa, serta unsur terkait langsung melakukan langkah penanganan darurat. Warga yang tinggal di sekitar titik rawan longsor diimbau untuk mengungsi sementara guna mengantisipasi potensi longsor susulan.

“Terdapat sekitar enam rumah yang kami minta untuk dikosongkan sementara. Pemerintah daerah juga akan memberikan bantuan biaya kontrak rumah selama tiga bulan bagi warga terdampak,” jelasnya.

Bupati Bandung menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban yang diketahui belum memiliki rumah dan masih berstatus mengontrak.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi, serta segera melaporkan tanda-tanda pergerakan tanah kepada aparat setempat.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama sangat penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa,” pungkasnya.(*)

Postingan populer dari blog ini

Papan Proyek SPAM Desa Panundaan Diduga Tak Transparan, APD dan K3 Jadi Sorotan

Heboh!! Pengakuan Beberapa Pengusaha Diduga Ditipu Melibatkan Bupati Bandung Dadang Supriatna, Apa Ini Benar?

Pengamanan Ketat Sengketa Lahan Walini, SPBUN: Tidak Ada Aksi Lapangan di Luar Putusan Pengadilan