Widiasih Ditemukan Meninggal di Laut Arah Cilacap, Akan Dimakamkan Secara Militer di Sleman

 Widiasih Ditemukan Meninggal di Laut Arah Cilacap, Akan Dimakamkan Secara Militer di Sleman



Penulis: Toto

PANGANDARAN | BONGKARR.COM | Jumat, 2 Januari 2026 | 17.41 WIB – 

Setelah dilakukan pencarian intensif, korban kecelakaan terjun payung atas nama Widiasih akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tengah laut arah Cilacap, sekitar 42 kilometer dari Bandara Nusawiru, pada Jumat, 2 Januari 2026, pukul 08.00 WIB.

Jenazah Widiasih pertama kali ditemukan oleh tim pencari di perairan lepas dan selanjutnya dievakuasi ke RSUD setempat untuk proses penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya Widiasih, maka seluruh korban dalam insiden kecelakaan terjun payung pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Terjun Payung Jawa Barat 2025 telah berhasil ditemukan.

Pihak keluarga telah melakukan persiapan pemakaman. Rencananya, jenazah akan disemayamkan di rumah kelahiran almarhum di Kampung Demangan, Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan jenazah tiba di Yogyakarta sekitar pukul 20.00 WIB, dan akan langsung dimakamkan secara militer pada malam hari.



Kronologi Insiden

Insiden kecelakaan terjun payung tersebut terjadi sekitar pukul 10.50 WIB saat sebuah pesawat Cessna 185 melakukan penerjunan dari ketinggian sekitar 9.000 kaki dalam nomor lomba 4-Way Formation Skydiving, yang diikuti oleh lima penerjun.

Dalam pelaksanaannya, penerjunan sempat mengalami penundaan akibat kendala teknis serta perubahan arah angin. Kondisi tersebut menyebabkan penerjunan dilakukan di atas perairan laut, beberapa kilometer dari drop zone yang telah direncanakan.

Dari lima penerjun, tiga orang berhasil mengendalikan parasut dan mendarat dengan selamat di sekitar Pantai Bojongsalawe. Sementara dua penerjun lainnya, yakni Rusli dan Widiasih, tidak terlihat di area pendaratan yang telah ditentukan dan dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Profil Korban

Rusli dan Widiasih dikenal sebagai penerjun senior dengan pengalaman panjang di bidang olahraga dirgantara. Keduanya tercatat aktif mengikuti berbagai kejuaraan terjun payung, baik di tingkat nasional maupun internasional, dan dikenal memiliki jam terbang tinggi serta dedikasi besar terhadap dunia olahraga dirgantara Indonesia.

Dimakamkan Secara Militer

Almarhum Widiasih (59) akan dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Semasa berdinas di Kopasgat TNI Angkatan Udara, almarhum dikenal memiliki dedikasi tinggi serta telah menerima berbagai tanda jasa, sehingga dinilai layak mendapatkan prosesi pemakaman militer.

Almarhum meninggal dunia saat bertugas dalam pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Terjun Payung Jawa Barat 2025 di Pantai Bojongsalawe, Pangandaran.

Ucapan Duka Cita

Sejumlah pihak dan komunitas menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Almarhum Rusli serta ditemukannya Widiasih dalam kondisi meninggal dunia. Salah satunya datang dari Keluarga Besar Tandem’89, yang menyampaikan belasungkawa dan doa agar para almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.(*)

Postingan populer dari blog ini

Papan Proyek SPAM Desa Panundaan Diduga Tak Transparan, APD dan K3 Jadi Sorotan

Heboh!! Pengakuan Beberapa Pengusaha Diduga Ditipu Melibatkan Bupati Bandung Dadang Supriatna, Apa Ini Benar?

Pengamanan Ketat Sengketa Lahan Walini, SPBUN: Tidak Ada Aksi Lapangan di Luar Putusan Pengadilan