Udara Sejuk dan Alam Asri, Ecopark Curug Tilu Tetap Jadi Magnet Wisatawan di Tahun Baru 2026

 Udara Sejuk dan Alam Asri, Ecopark Curug Tilu Tetap Jadi Magnet Wisatawan di Tahun Baru 2026




Oleh: Lot Baktiar Sigalingging

BONGKARR.COM

RANCABALI – KABUPATEN BANDUNG | Sabtu, 3 Januari 2026 | 22.29 WIB

Awal Januari 2026 masih menghadirkan suasana liburan di kawasan Bandung Selatan. Di tengah hamparan kebun teh Rancabali, Ecopark Curug Tilu Ciwidey terus menjadi destinasi pilihan wisatawan yang mencari kesejukan udara pegunungan serta pengalaman wisata alam yang tenang dan berkelanjutan.

Berlokasi di kawasan perbukitan Rancabali, Ecopark Curug Tilu dikenal dengan tiga aliran air terjun alami yang mengalir di tengah lanskap kebun teh. Perpaduan panorama hijau, kontur alam pegunungan, dan gemericik air menghadirkan suasana yang menenangkan, menjadikan kawasan ini ruang rekreasi yang bernilai di awal tahun.

Ikon dan Sarana Wisata

Sejumlah ikon dan sarana menjadi daya tarik utama Ecopark Curug Tilu. Curug Tilu dengan tiga aliran air terjun alami menjadi ikon utama kawasan ini, sementara hamparan kebun teh Rancabali menghadirkan lanskap terbuka yang khas Bandung Selatan.

Untuk menunjang pengalaman wisata, pengelola menyediakan sarana mobil Jeep wisata, yang digunakan pengunjung untuk menjelajahi kawasan kebun teh dan medan perbukitan di sekitar Ecopark. Aktivitas ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati sensasi wisata alam dengan sudut pandang berbeda.

Selain itu, tersedia pula homestay Ecopark Curug Tilu Ciwidey, yang memungkinkan wisatawan menginap dan menikmati suasana alam secara lebih menyeluruh. Kehadiran homestay memberi alternatif akomodasi bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan kawasan Rancabali hingga malam hari.

Wisata Ramah Lingkungan dan Keluarga

Ecopark Curug Tilu mengedepankan konsep wisata yang selaras dengan lingkungan. Jalur pejalan kaki, area pandang, serta ruang terbuka dirancang agar pengunjung dapat menikmati alam tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem, termasuk kawasan kebun teh dan sumber air alami.


Berbagai fasilitas penunjang turut melengkapi kawasan wisata, seperti mushola, toilet umum, area istirahat, serta kios UMKM lokal. Aktivitas pelaku usaha setempat menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi wisata alam.

Informasi Tiket 2026

Pada tahun 2026, tarif masuk Ecopark Curug Tilu masih tergolong terjangkau. Tiket masuk sekitar Rp15.000 per orang pada hari biasa dan sekitar Rp20.000 per orang pada akhir pekan atau hari libur. Sementara biaya parkir kendaraan berkisar Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil, sesuai ketentuan pengelola di lapangan.

Untuk layanan Jeep wisata dan homestay, tarif diberlakukan terpisah sesuai paket dan durasi.

Pengelola mengimbau pengunjung untuk menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan selama berwisata. Kesadaran bersama dinilai penting agar keindahan kebun teh, aliran air, dan lanskap alam Curug Tilu tetap terjaga.

Dengan udara sejuk, hamparan kebun teh yang asri, serta dukungan sarana wisata seperti Jeep wisata dan homestay, Ecopark Curug Tilu Ciwidey tetap menjadi magnet wisatawan di awal Januari 2026, sekaligus contoh destinasi wisata alam yang memadukan rekreasi, kenyamanan, dan kepedulian lingkungan.(*)

Postingan populer dari blog ini

Papan Proyek SPAM Desa Panundaan Diduga Tak Transparan, APD dan K3 Jadi Sorotan

Heboh!! Pengakuan Beberapa Pengusaha Diduga Ditipu Melibatkan Bupati Bandung Dadang Supriatna, Apa Ini Benar?

Pengamanan Ketat Sengketa Lahan Walini, SPBUN: Tidak Ada Aksi Lapangan di Luar Putusan Pengadilan