Resmikan RDMP Kilang Balikpapan, Presiden Prabowo Tegaskan Arah Kemandirian Energi Nasional

 Resmikan RDMP Kilang Balikpapan, Presiden Prabowo Tegaskan Arah Kemandirian Energi Nasional



Oleh: Toto

BALIKPAPAN - KALIMANTAN TIMUR | BONGKARR.COM | Selasa, 13 Januari 2026 | 17.24 WIB —

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1). Proyek strategis nasional ini dinilai sebagai langkah penting pemerintah dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia.

Peresmian RDMP Kilang Balikpapan merupakan bagian dari agenda besar swasembada energi sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita, sekaligus ditujukan untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Presiden Prabowo hadir didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pembangunan kilang yang dikelola PT Pertamina (Persero) tersebut, serta menegaskan peran strategis BUMN energi dalam pembangunan nasional.

“Pertamina harus berperan sebagai agent of development dan agent of modernization. Saya bangga atas capaian hari ini. Terima kasih kepada seluruh jajaran pekerja, manajemen, pemerintah daerah, serta masyarakat Balikpapan dan Kalimantan Timur. Ini merupakan prestasi penting bagi negara,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menekankan bahwa kemandirian energi adalah syarat mutlak bagi kedaulatan negara. Menurutnya, suatu bangsa tidak dapat sepenuhnya merdeka apabila masih bergantung pada pasokan energi dan pangan dari luar negeri.

“Tidak masuk akal sebuah negara ingin merdeka tetapi masih bergantung pada pangan dan energi dari luar. Kebutuhan dasar ini harus mampu kita produksi sendiri,” tegasnya.

Prabowo juga menyoroti besarnya potensi sumber daya energi nasional, mulai dari batu bara, minyak dan gas bumi, hingga panas bumi, yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

Pemerintah, lanjut Presiden, akan terus mendorong percepatan hilirisasi energi melalui proyek-proyek strategis bernilai sekitar 6 miliar dolar AS, serta membuka tender 34 proyek waste to energy untuk mengubah sampah menjadi sumber energi listrik.

“Dengan sumber daya yang kita miliki, sesungguhnya Indonesia mampu menghasilkan energi sendiri tanpa impor. Ini menjadi sasaran kita dalam lima hingga tujuh tahun ke depan. Yang terpenting, kita harus konsisten dan bekerja keras menuju ke sana,” pungkas Presiden.

Sumber: Kementerian ESDM

Postingan populer dari blog ini

Papan Proyek SPAM Desa Panundaan Diduga Tak Transparan, APD dan K3 Jadi Sorotan

Heboh!! Pengakuan Beberapa Pengusaha Diduga Ditipu Melibatkan Bupati Bandung Dadang Supriatna, Apa Ini Benar?

Pengamanan Ketat Sengketa Lahan Walini, SPBUN: Tidak Ada Aksi Lapangan di Luar Putusan Pengadilan