GUBERNUR ACEH SOROTI PENANGANAN BANJIR BANDANG: “KORBAN MINTA TOLONG, MALAH LARI"

 GUBERNUR ACEH SOROTI PENANGANAN BANJIR BANDANG: “KORBAN  MINTA TOLONG, MALAH LARI"



Penulis: Toto

ACEH | BONGKARR.COM  | Selasa, 9 Des 2025 | 5:42 WIB -

Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh akhir November lalu telah menimbulkan duka mendalam. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, secara terbuka menyoroti penanganan bencana oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terutama pada hari-hari pertama bencana.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @muzakirmanaf1964, Mualem mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons BNPB, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Saya kecewa BNPB di hari pertama banjir. Korban minta tolong dibantu, malah lari, itu masalahnya,” tegas Mualem. Ia menyoroti kegagalan peralatan vital seperti perahu evakuasi yang tidak bisa digunakan karena bocor, sehingga memperlambat penyelamatan warga.

Banjir dan longsor yang terjadi di 18 kabupaten Aceh ini juga menyebabkan sejumlah rumah terendam dan jembatan putus, termasuk jembatan penghubung Nagan Raya dan Aceh Tengah. Dari udara, Mualem melihat beberapa rumah bahkan berada di tengah aliran sungai yang meluap.

Meski begitu, pihak BNPB memastikan jalur darat menuju Aceh Tamiang kini sudah dapat ditembus. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut logistik dan bantuan mulai mengalir masuk ke wilayah terdampak.

“Kami sudah membuka akses dari Langkat dan Sumatera Utara, dan distribusi bantuan terus dikebut,” ujar Muhari. BNPB juga memastikan suplai BBM, logistik, dan dukungan kelistrikan sedang dipercepat ke lokasi.

Gubernur Mualem menekankan pentingnya percepatan perbaikan infrastruktur, terutama jembatan yang putus, serta mendata kerusakan rumah dan jalan agar proses bantuan berjalan cepat.

“Kita akan mempercepat akses, terutama jembatan yang putus karena ini yang paling parah. Semua yang bisa dibantu dari provinsi akan kita dorong secepat mungkin,” tambah Mualem.

Namun, peringatan Mualem tidak berhenti di Aceh. Ia menekankan bahwa bencana seperti ini bisa menimpa daerah manapun yang rawan banjir, longsor, atau hujan ekstrem. “Aceh hari ini mengalami tragedi. Besok, bisa jadi daerah lain yang merasa aman juga terkena. Siapkan diri, siapkan alat, dan jangan tunggu bencana datang,” ujarnya tegas.

Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi cepat dalam menghadapi bencana alam, terutama bagi wilayah rawan banjir dan longsor seperti Aceh.(*)

Postingan populer dari blog ini

Papan Proyek SPAM Desa Panundaan Diduga Tak Transparan, APD dan K3 Jadi Sorotan

Heboh!! Pengakuan Beberapa Pengusaha Diduga Ditipu Melibatkan Bupati Bandung Dadang Supriatna, Apa Ini Benar?

Pengamanan Ketat Sengketa Lahan Walini, SPBUN: Tidak Ada Aksi Lapangan di Luar Putusan Pengadilan