DPRD KOTA BANDUNG GANDENG TNI–POLRI, SMPN 24 BANDUNG GELAR PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SISWA KELAS IX
DPRD KOTA BANDUNG GANDENG TNI–POLRI, SMPN 24 BANDUNG GELAR PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SISWA KELAS IX
Penulis: Toto
Bandung | Bongkarr.com | Jumat, 5 Desember 2025 | 17:49 WIB —
Upaya memperkuat karakter dan disiplin pelajar di Kota Bandung mendapat dorongan baru. Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, H.Soni Daniswara,S.E. menghadiri pembukaan Diklat Pendidikan Karakter di SMP Negeri 24 Bandung, Jumat (5/12/2025). Program ini merupakan bagian dari inisiatif Pemkot Bandung yang dikemas dalam muatan lokal Pendidikan Bela Negara dan dilaksanakan setiap hari Jumat dengan melibatkan instruktur dari TNI dan Polri.
Soni menilai kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam pembinaan generasi muda, terlebih Kota Bandung memiliki keunggulan karena didukung kelengkapan matra TNI yang jarang dimiliki kota lain.
“Kerja sama ini memberi nilai lebih yang sangat tinggi. Tidak semua kota memiliki kelengkapan matra TNI seperti Bandung,” ujarnya saat meninjau kegiatan tersebut.
Dalam pidatonya, Soni menekankan pentingnya karakter kuat dan kemampuan komunikasi bagi para pelajar dalam menghadapi tantangan era modern.
“Dengan pendidikan karakter ini, apa yang terjadi di kolonialisme modern yang akan kalian hadapi harus disikapi serius. Kuasai ilmu yang sederhana seperti public speaking. Itu penting untuk menyampaikan gagasan, harapan, dan cita-cita kalian di mana pun,” tuturnya.
Ia juga berharap program ini selaras dengan visi Gubernur Jawabarat khususnya terkait slogan Panca Waluya, sehingga mampu membentuk generasi yang pinter, hade, jeung cageur—baik secara akhlak, ilmu, maupun perilaku.
“Mudah-mudahan pendidikan karakter ini menjadikan kalian anak-anak yang baik dan pintar, memberikan dampak positif bagi diri sendiri, orang tua, dan masyarakat,” tambahnya.
Berawal dari Keprihatinan Patroli Malam
Program ini berawal dari kasus kasus di Kota Bandung setelah menemukan fakta memprihatinkan saat mengikuti patroli malam bersama Polrestabes Bandung. Dari hasil penertiban, sekitar 50% pelanggar merupakan siswa SMP kelas 8 dan 9, usia yang sangat rentan karena tengah berada di fase pencarian jati diri.
“Rasa ingin tahu remaja memang besar, itu baik. Tapi juga berisiko. Jangan sampai rasa ingin tahu membawa pada rokok, alkohol, atau narkoba. Inilah yang ingin kita cegah,” jelasnya.
Akan Diuji di Empat Sekolah Pilot
Dalam tiga bulan ke depan, program penguatan karakter ini akan diuji coba di empat sekolah pilot dengan dukungan riset dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) serta beberapa lembaga penelitian lainnya. Apabila dinilai efektif, Pemkot Bandung akan memperluas implementasinya ke seluruh SMP di Kota Bandung.
Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang disiplin, beretika, serta memiliki daya tahan moral dalam menghadapi arus pergaulan dan tantangan zaman yang semakin kompleks.(*)

