Akses Warga Terputus Akibat Kirmir Sungai Cipaganti Jebol, Dua Bencana Beruntun Landa Kecamatan Coblong

 Akses Warga Terputus Akibat Kirmir Sungai Cipaganti Jebol, Dua Bencana Beruntun Landa Kecamatan Coblong


Penulis: Toto 

Bandung | Bongkarr.com | Rabu, 3 Desember 2025 | 22:58 WIB— 

Dua bencana beruntun melanda Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Rabu 3 Desember 2025, setelah hujan deras dan angin puting beliung menyebabkan kerusakan di sejumlah titik pemukiman padat. Salah satu lokasi yang terdampak paling parah berada di Gang Swadaya 3 RT 08 RW 02, Kelurahan Cipaganti, di mana akses jalan warga terputus akibat jebolnya kirmir di tepi Sungai Cipaganti.

Sungai Cipaganti, yang melintasi kawasan permukiman padat, meluap setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada sore hari. Luapan air yang kuat membuat struktur kirmir tidak mampu menahan tekanan, hingga akhirnya jebol sepanjang 7 meter dengan tinggi 4 meter dan lebar 3 meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan bahwa kerusakan tersebut menyebabkan jalan penghubung utama yang biasa digunakan warga sehari-hari kini tidak dapat dilalui.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan keamanan lokasi dan menilai potensi risiko lanjutan,” ujar Didi saat ditemui di lokasi kejadian.

Didi menambahkan bahwa BPBD telah berkoordinasi dengan aparat kewilayahan untuk menutup sementara akses di sekitar titik kirmir jebol. Ia juga meminta warga yang tinggal dekat bantaran sungai agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan yang masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Penanganan Darurat Dilakukan Dinas Terkait

Sejak Rabu sore, petugas dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung telah memasang karung-karung berisi tanah sebagai penahan sementara. Langkah ini dilakukan untuk mencegah meluasnya erosi serta mengurangi risiko longsor susulan, mengingat kondisi tanah di lokasi telah tergerus derasnya aliran sungai.

Pihak DSDABM menyampaikan bahwa perbaikan permanen membutuhkan analisis struktur menyeluruh serta peninjauan desain ulang konstruksi kirmir. Proses tersebut diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa tahap mengingat akses lokasi yang cukup sempit dan berada di tengah permukiman padat.

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Berlanjut

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung turut mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat tetap siaga, menyusul adanya potensi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir pekan. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang masih mungkin terjadi di wilayah Bandung utara, termasuk Kecamatan Coblong.

BMKG menekankan bahwa pola cuaca lokal, ditambah topografi kawasan Bandung yang berbukit, dapat meningkatkan risiko banjir lokal, pohon tumbang, hingga angin puting beliung.

Puting Beliung Landa Sekeloa, Puluhan Rumah Rusak

Pada waktu yang hampir bersamaan, peristiwa cuaca ekstrem juga terjadi di Kelurahan Sekeloa, sekitar dua kilometer dari lokasi jebolnya kirmir. Angin puting beliung menerjang kawasan RW 04, RW 03, dan RW 15, menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan. Beberapa atap rumah warga dilaporkan terlepas dan beterbangan akibat kuatnya pusaran angin.

Warga sempat panik ketika pusaran angin melanda secara tiba-tiba. Meski demikian, tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau luka serius. BPBD telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan, memberikan terpal darurat bagi warga yang atap rumahnya rusak, serta membantu evakuasi barang-barang di rumah yang mengalami kerusakan berat.

Pemerintah Kota Imbau Warga Tetap Waspada

Pemerintah Kota Bandung meminta warga untuk menghindari area berisiko tinggi, termasuk bantaran sungai, lereng rawan longsor, dan jalan sempit yang terhubung dengan struktur kirmir. Lurah dan perangkat kewilayahan juga telah diminta untuk melakukan monitoring berkala selama cuaca ekstrem berlangsung.

“Cuaca belakangan ini tidak bisa diprediksi. Kami minta semua warga, terutama yang tinggal dekat sungai dan saluran air, untuk selalu memantau kondisi lingkungan sekitar,” ujar Didi menambahkan.

Warga Harapkan Perbaikan Segera

Sejumlah warga Gang Swadaya berharap perbaikan kirmir dapat dilakukan secepatnya. Akses jalan yang terputus menyulitkan mobilitas, termasuk bagi anak sekolah, pekerja, hingga pengantar barang kebutuhan sehari-hari.

“Biasanya jalan ini dipakai semua warga untuk keluar masuk. Sekarang terputus total. Kami berharap ada solusi cepat,” kata salah satu warga sekitar.

Sambil menunggu perbaikan permanen, warga bersama petugas melakukan pembersihan material longsoran dan memastikan area sekitar tetap aman untuk dilalui pejalan kaki dengan pengawasan ketat.

Postingan populer dari blog ini

Papan Proyek SPAM Desa Panundaan Diduga Tak Transparan, APD dan K3 Jadi Sorotan

Heboh!! Pengakuan Beberapa Pengusaha Diduga Ditipu Melibatkan Bupati Bandung Dadang Supriatna, Apa Ini Benar?

Pengamanan Ketat Sengketa Lahan Walini, SPBUN: Tidak Ada Aksi Lapangan di Luar Putusan Pengadilan