Badai Konflik di Pangalengan: Gubernur Jabar Murka, Desak Polisi Tangkap Perusak Lahan Teh

 Badai Konflik di Pangalengan: Gubernur Jabar Murka, Desak Polisi Tangkap Perusak Lahan Teh

Penulis: Toto

PENGALENGAN, KAB. BANDUNG | Bongkarr.com | 29 November 2025 | 6:27 WIB — 

Aroma konflik kian menyengat di dataran tinggi Pangalengan. Hamparan hijau kebun teh yang selama puluhan tahun menjadi napas kehidupan warga kini porak-poranda. Di tengah udara dingin pegunungan, suara protes para petani pecah, memecah keheningan seperti badai yang tak bisa dihentikan.

Sebuah video viral menunjukkan bagaimana rerumputan lembut dan pohon-pohon teh tercabik tanah galian. Para petani berteriak, menuding adanya perusahaan dan pihak tertentu yang secara diam-diam mengalihkan lahan kebun teh menjadi kebun sayuran dan kentang.

Gubernur Dedi Mulyadi Naik Pitam

Melihat kekacauan ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak tinggal diam. Dengan nada tegas, ia menyebut tindakan tersebut bukan sekadar perusakan, melainkan operasi sistematis yang diduga melibatkan pendanaan untuk mengubah lahan teh menjadi komoditas lain.

 “Ini bukan insiden biasa. Ada aktor, ada uang, ada skenario.

Saya minta Polda Jabar tangkap pelakunya. Segera.”

 Dedi Mulyadi.

Ia bahkan menekan Pemerintah Kabupaten Bandung agar menghentikan gelombang alih fungsi lahan sebelum kehancuran merambat lebih luas.

Serikat Pekerja & Petani Meledak, Massa Mengepung Teh Malabar

Situasi memanas pada Selasa, 25 November, ketika Serikat Pekerja Perkebunan Teh Corbuzier dan Kertas, bersama para petani, turun ke jalan. Mereka berbondong-bondong menuju kawasan Teh Malabar, membawa spanduk dan teriakan lantang, menolak penyerobotan lahan.

Massa menuntut aparat hukum menghentikan permainan kotor yang mereka sebut sebagai “perampasan lahan terselubung”.

Camat Pangalengan Mengakui: “Penyerobotan Memang Terjadi.”

Ketegangan memuncak saat Camat Pangalengan, Pena Andriawan, angkat bicara.

“Ya, penyerobotan itu terjadi. Bukan hanya di satu titik, tapi di beberapa lokasi. Kami akan berkoordinasi dengan PTPN VIII Regional 2 untuk menghentikannya.”

Pengakuan ini membuat publik semakin geram. Pangalengan seakan berada di ambang krisis agraria baru, dengan lahan-lahan teh legendaris yang perlahan berubah menjadi ladang-ladang asing bagi masyarakat setempat.


---


TAGAR:


#BadaiKonflikPangalengan #SelamatkanLahanTeh #PangalenganDaruratAgraria #TangkapPerusakLahan #GubernurJabarGerakCepat #StopPerusakanTeh #TehMalabarMemanas #HentikanAlihFungsiLahan #PetaniBangkit #WargaLawanPerampasanLahan

Postingan populer dari blog ini

Papan Proyek SPAM Desa Panundaan Diduga Tak Transparan, APD dan K3 Jadi Sorotan

Heboh!! Pengakuan Beberapa Pengusaha Diduga Ditipu Melibatkan Bupati Bandung Dadang Supriatna, Apa Ini Benar?

Proyek PLTP Geo Dipa Ganggu Warga Malam Hari: Pemerintah dan Perusahaan Dinilai Egois, Asal Bacot Tanpa Nurani